Home

On FIRE, go Dude (Sampe berkobar kobar looooh…!!)

Monday, October 3, 2011.

Tumben banget kan saya nulis tanggal? Hmm, sebagai pengingat aja kalo hari ini saya lagi dalam masa on fire yang sangat. Gara-gara apa? Karna saya baru saja melihat kejadian yang berada di balik tembok. Yakni tembok kehidupan (lhoooh??!!). jangan salah sangka dulu, baca penjelasan dibawah ini. Saya tidak akan membuat anda tersesat, ataupun postingan yang GeJe di blog yang sudah agak nggak jelas ini. Cekidot gan!!

Sebenernya di hari senin jam 9 pagi saya punya jadwal kuliah Teknologi Non Destructive Test (NDT), atau lebih familiar disebut dengan Uji Tak Merusak. Tapi..tapi..dosen yang mengajar mata kuliah NDT tersebut diminta Pak Dekan untuk menghadiri seminar tentang Fukushima Daiichi. Sebagai impasnya, kami mahasiswa yang mengambil mata kuliah itu juga DIHARUSKAN mengikuti seminar tersebut. Bayangpun, tentang Fukushima?? Basiiiii banget. Udah dari bulan maret kejadiannya. Saya hitung sudah 3x membahas itu: di kuliah Fisika Reaktor Nuklir, diskusi Publik KASTRAT BEM KMFT UGM, dan di kuliah istrumentasi nuklir (sebagai tugas, kami mahasiswa diminta merancang system reactor nuklir yang handal dan tahan terhadap bencana tsunami). Belum lagi diskusi tidak resmi di kantin, mushola, atau lobi jurusan dengan teman-teman. Remember, I’m nuclear engineering student.  Nah lho, apanya lagi yang mau dibahas di seminar itu? Kejadian2nya udah tau, penyebab2 kegagalannya sudah faham, penanganannya sudah dirancang. It will be bored, I think on the first.

Tapi karena wajib, ada absennya dan diharuskan membuat laporan pula, maka saya datang juga di seminar itu..yang saya perkirakan akan sangat membosankan. Totally I’m wrong! Saat saya datang, ternyata acara sudah dimulai. Diawali dengan sambutan (atau pemaparan y??) dari Dewan Energi Nasional (National Energy Council) yang diwakili oleh Bapak Tumiran (also dean of Engineering Faculty, UGM). Beliau memaparkan tentang kebeutuhan energy nasional, konsumsi energy listrik per tahun per daerah, serta perbandingannya dengan konsumsi energy listrik negara-negara asean (terutama Singapore dan Malaysia sebagai Negara tetangga banget), etc, etc.  intinya tentang elektrifikasi di Indonesia. Wow..saya tercengang dengan data-data yang dipaparkan. Ternyata, elektrifikasi di Indonesia masih sangat menyedihkan, keliatan banget kita melarat. Oke, cukup 30 menit-an Pak Dekan memberikan pemaparan yang dengan semangat saya catat di notebook yang batrenya tinggal 29% (apaansih..??!). saya melirik back drop yang terpasang di depan. Disana tertulis “Fukushima Accident and Future Scenario Nuclear Power Plant in Indonesia”, kalo nggak salah gitu tulisannya. Ternyata seminar ini diadakan oleh JICC dan UGM. Trus coffee break, dan saya juga break nulis😀

Lanjut..ada 6 pembicara yang lain, yang 4 dari jepang (JICC,Mitsubishi,Tebco, satunya lagi lupa), dan 2 dari Indonesia (dosen Teknik Nuklir UGM, Presiden direktur BANTEK). Rata-rata, pembicara dari jepang memaparkan tentang kejadian di Fukushima, system reaktornya, alasan failed nya, respon dari masyarakat jepang dan internasional, efek sosio-politik-lingkungan. Sedangkan pembicara dari Indonesia banyak membahas tentang Molten salt Reactor (MSR), yakni reactor nuklir yang menggunakan bahan bakar uranium cair. Asli dikembangkan oleh Pak Andang (dosen yang menjadi pembicara tadi) sendiri, dan penelitiannya dilakukan oleh para anak bangsa. MSR itu reactor generasi ke-4 loooh,terbaru dan termutakhir. Jepang aja belum punya. Sedangkan presiden direktur BANTEK (BUMN lho, bukan dibawah BATAN, langsung dibawah kementrian ESDM), yang juga berstatus sebagai dosen pembimbing akademik/DPA saya, banyak menjelaskan tentang kinerja BANTEK. Woooow, keren banget lah pokoknya. Susah gimana menceritakannya. Begitulah.

Apanya yang membuat saya on fire banget? Bukan karena ketemu pria putih kecil bermata sipit, bukan juga karena dapat makan gratis. Tapi..tapi…karena saat itu saya berada di ruangan yang sama dengan orang-orang hebat. Mereka adalah para peneliti teknologi energy nuklir, para pelaku sejarah yang memang sudah mengimplementasikan system PWR, BWR, yang selama ini hanya ada dalam bayangan dan perhitungan-perhitungan saya. Betapa inginnya saya masuk dalam control room NPP, melihat dengan jelas saat penurunan control road. Atau menjadi saksi saat jutaan mega watt energy listrik mengalir dari hasil reaksi pembelahan oleh neutron. Mereka adalah orang-orang yang bisa membawa kemajuan besar bagi bangsanya dengan teknologi yang mereka kuasai.

Saya jadi malu, jika selama ini kuliah hanya untuk menggugurkan kewajiban akan SKS yang saya ambil. Atau kadang lebih parah niatnya, karena mengejar ingin lulus cepat. Hoax..!! ada yang lebih penting dari itu semua des..ini tentang penguasaan teknologi. Ini tentang kemajuan sebuah bangsa dan kemakmuran umat yang kau cintai. Masa bodoh dengan akan dibangun/tidaknya reactor nuklir di Indonesia. Kau punya kewajiban penuh untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang kau dapat untuk kesejahteraan masyarakat, untuk membuat Negara ini terpandang di mata dunia. Dan semua itu tidak akan tercapai jika kau hanya bermain-main dalam kuliah ini. Kau sedang belajar advanced technology, system yang safety nya menjadi prioitas utama. Ia takkan menerima orang yang tidak serius dalam belajar dan bekerja. Kau punya tanggung jawab besar des! Tanggung jawab besar..!!

Terimakasih Jepang, Terimakasih UGM, hari itu kalian telah membuat saya sadar kenapa saya harus berada disini.

2 thoughts on “0n FIRE!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s