Home

tanggal 5 sd 10 November ini saya putuskan untuk pulang kerumah memenuhi panggilan orang tua. ke pekalongan tentunya. yap, tanggal 6 novenber adalah hari Idul Adhha. karena itulah saya pulang untuk “nyekseni” kurban tahun ini. alhamdulillah..

wahai para anak kosan, what r u usually doing when u’re at home? biasanya saya hanya makan, nonton tv, maen sama adek, jalan-jalan mencari warna jilbab yang baru dan kaos kaki,hibernasi (tidur siang dalam waktu lama), atau bagus-bagusnya silaturahim ke tempat saudara (kadang-kadang) etc..etc..

that’s not productive. and i realize it! hanya..apa makna pulang kampung bagi kalian?? for me, the first reason is to comply parent’s calling. second, to comply my own willing to meet the entire family. third, to making something useful for the other persons i’ve meet in my village, of course.

mungkin tujuan pertama dan kedua sudah terpenuhi and always be that. tapi yang ketiga??!! saya sadar dan sepenuhnya sadar hal tersebut sangat jarang saya penuhi.

so, Monday, November 9, 2011, i’ve made a great change.hohoho… saya menggantikan jadwal piket masjid hari itu. lho, siapa yang seharusnya piket? my Mom (and some of her friends/my neighbours). becoming a JaMes Bond.. Jaga Mesjid dan Kebond (hehehe :D)

jadi ternyata sejak beberapa bulan yang lalu ada sebuah reformasi besar di kepengurusan masjid di dekat tinggalku, Masjid Jami’An-Nur. hanya berjarak 3 rumah dari rumahku, cukup dekat untuk saya waktu kecil dulu bermain dan mondar-mandir disana. dulu, seingat saya, ada semacam ikatan remaja masjid yang mengurusi hampir semua urusan fisik dan non fisik masjid tersebut. dulu, waktu saya kecil. saya baru menyadari sekarang setelah sekian lama meninggalkan kampung halaman, dari kelas 1 SMP.

Sekarang ikatan remaja masjid no longer exist. yang mengurus masalah pengajian ibu-ibu, atau haflah akhir tahun, atau yang lain adalah masyarakat umum, tanpa adanya ikatan yang jelas. hanya, segala sesuatu tentang kebijakan masjid dimusyawarahkan di forum kajian bapak-bapak, dan turun ke forum kajian ibu-ibu. masalah fisik maupun non fisik. bagaimana dengan takmir? takmir masjid hanya mengurus masalah keuangan masjid saya. ya setidaknya itulah yang dirasakan masyarakat.

sampai…masalah piket kebersihanpun dibagi rata untuk semua warga. i think that’s a good idea, moreover untuk memupuk rasa cinta dan memiliki masyarakat terhadap masjid. jadi seperti misalnya Ibu saya, dapat piket masjid setiap hari Senin bersama 5 orang yang lain. dan semuanya ibu-ibu.

ketika saya menggantikan piket ibu saya, hanya ada 4 orang yang berangkat (including me). akhirnya sayapun dapat curhatan dari para ibu-ibu yang lain. tentang betapa susahnya agar semua yang piket datang, yang datang  hanya itu-itu saja. tentang para remaja yang tidak peduli dengan masjid. padahal pemuda di kampungku sangat banyak (i.e. the boys), yang mereka hanya wasting time dengan nongkrong-nongkrong nggak jelas. setiap hari, yang piket hanya ibu-ibu. misalnya ada yang berhalangan hadir, anak dari orang yang bersangkutan juga tidak menggantikan. menurut mereka, semacam ada pemahaman terselubung bahwa urusan masjid, atau urusan islam, hanya milik orang tua saja. anak muda? no way! masa mereka sekarang adalah bersenang-senang.. Wooow.

yap. itulah sedikit pengalaman saat saya pulang kampung beberapa waktu yang lalu. pengalaman yang cukup unik menurutku. saya jadi tahu banyak hal. dan saya sadar, selama ini juga bukan warga kampung yang baik, karena tidak tahu begitu banyak hal. saya jadi berpikir untuk menghidupkan apa yang dulu pernah hidup. tapi kemudian berpikir lagi..saya kan sendiri??

One thought on “Becoming a James Bond!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s