Home

Dituturkan oleh Ustadz Deden dalam salah satu kelas pagi di Asma Amanina. Saat itu waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Kurang lebih seperti ini:
“Kemarin saya bertemu dengan Ustadz Darul Falah, beliau baru pulang dari ibadah hajinya. Kami bercerita banyak hal. Beliau bercerita tentang pertemuannya dengan salah seorang pemuda yang sangat istimewa. Jadi, saat di Makkah, beliau bertemu dengan salah satu jamaah haji asal Indonesia, seorang pemuda, berusia sekitar 25 tahun. Beliau menunaikan ibadah haji seorang diri. Saat ditanya “kenapa?”, beliau menjawab karena naik hajinya beliau itu adalah hadiah dari juara lomba hafalan hadits..(saya lupa tingkat apa). Pemuda itu sudah menghafal ribuan hadits ternyata.


Kemudian Ustadz Falah pun bertanya pada pemuda tersebut, “kenapa kamu malah memilih menghapal ribuan hadits? Padahal ribuan ayat Al Qur’an meananti untuk dihapal? Apakah tidak lebih tertarik untuk menghapal Al Qur’an dengan segala keutamaannya?. Sang pemuda menjawab dengan tenang, “Alhamdulillah 30 juz Al Qur’an sudah saya hafal, ustadz..”
Cetaaaaaaassss…
Ceritapun berlanjut sehingga pemuda itu bercerita tentang perjalanannya sehingga menjadi seorang Hafidz (sang penjaga/biasa diartikan bebas sebagai penghapal Al Qur’an). Awalnya ia hanyalah seorang anak biasa yang sedang menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah (pendidikan setingkat SMA), sampai akhirnya saat duduk di bangku kelas 3, ayahnya mengalami kebangkrutan dalam usahanya sehingga tidak mampu membiayai sekolahnya lebih lanjut di perguruan tinggi. Oleh karena itu, setelah lulus dari Madrasah Aliyah, beliau memilih untuk tetap dirumah membantu orang tuanya. Namun, hasratnya untuk menuntut ilmu masih sangat tinggi. Ia yakin Allah menciptakan manusia sudah 1 paket dengan rejekinya, sehingga tidak perlu khawatir tidak kebagian. Ia mengisi hari-harinya yang rindu akan ilmu pengetahuan dengan menghapalkan Al Qur’an, mulai dari nol. Apakah ada yang bisa menebak berapa lama waktu yang ia habiskan untuk menghapal 30 juz atau 144 surat atau 1666 ayat Al Qur’an tersebut? Berapa? 5 tahun? 2 tahun? Bukan kawan…just 6 months. 6 bulan saja kawaaaaaaaaaaan!!!!
Dan, dia mulai menghapal di usia yang sudah lumayan “tua”, 18 tahun. Saya jadi malu, malu pada diri sendiri. Selama ini saya tidak memiliki cukup hasrat untuk menghapalkan 30 juz bulat-bulat. Bahkan saya pernah mengangankan untuk cukup dengan beberapa juz saja sampai saya menikah nanti. Kenapa? Karena saya minder, minder dengan anak-anak yang hafalannya sudah jauh melampaui padahal usianya masih lebih muda. Saya jadi berpikir, dan terdogma dalam pikiran saya “menghapal Al Qur’an hanya akan sukses jika kau menghapalnya sedari kecil”. Astaghfirullah…itu pemikiran yang salah.. dengan usia saya yang beberapa hari lagi berkepala dua ini, saya masih bisa kok, insya Allah, untuk mencapai cita-cita mulia itu : menjadi salah satu manusia yang beruntung, sang penjaga Al Qur’an.
Itu cita-cita yang sangat tinggi dan mungkin saat ini masih sangat jauh bagi saya. Tapi insya Allah, sesuatu yang tinggi dan sukar itu jika didaki sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran maka akan dapat dicapai juga. Seperti halnya pemuda tadi, ia curahkan hasrat masa mudanya kepada Al Quran, pada tholabul ilmi, sehingga dengan sendirinya dunia yang mengikutinya, bukan ia yang mengekor pada dunia.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah memiliki keluarga diantara para manusia, yaitu mereka..para ahli Al Qur’an. Sebagian ulama menafsirkan ahlul Qur’an disini sebagai para penghapal Al Qur’an, yang belajar dan mengajarkannya. Keluarga Allah? Saya rasa tidak ada yang lebih mulia dari pada menyandang status itu.
Semoga hasrat itu akan tetap membara didalam jiwa, untuk mendedikasikan waktu yang tersisa dalam hidup ini untuk menghapal Al Qur’an, Insya Allah. Wallahu ‘alam.

Bandung, 4 Desember 2011
Destiana Tunggal Pramesti
Ditulis dengan sisa-sisa tenaga perjalanan panjang Jogja-Bandung
Tegar hingga puncak harapan ^^

2 thoughts on “Ustadz Darul Falah dan Seorang Pemuda

    • iyaaa..subhanallah.. something banget yak.. tapi kalo diikhtiarkan beneran bisa lho.. just try it (mungkin setengah halaman per hari dulu)
      aaaaaaargh, banyak succes story dari orang2 hebat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s