Home

Entah sudah ada berpa orang yang “terlukai ” oleh birokrasi. Salah satunya ya saya ini.. beberapa kali.

Kali ini seluruh schedule yang sudah saya susun mundur berantakan, gara-gara birokrasi di tingkat fakultas. Saya meminta suatu surat keterangan, yang itu sudah di ACC oleh  jurusan, tinggal beliau yang bersangkutan di fakultas tanda tangan saja. Namun masyaallah ribetnya. Saya mengajukan hal ini dari hari jumat pagi. Sampai sekarang hari senin siang belum juga beres. Alas annya apa? Yang meng ACC di tingkat fakultas sedang sibuk. Kemaren rapat, terus rapat lagi. Hari ini juga, pagi2 rapat, rapat lagi, menghadiri pengukuhan doctor,  entah setelah itu sempat atau tidak untuk mampir memberi paraf pada surat yang saya harapkan.  Padahal, wakil dekan yang akan membubuhkan tanda tangan di surat saya tersebut sedang berada di tempat dan available! Parahnya, ketika ditanya “kira-kira kapan selesainya bu?”, dijawab “lihat saja nanti mbak. Coba datang lagi kesini besok, atau nanti sore”. What??!!

Tidak ada masalah tentu saja jika sekiranya saya tidak sedang dikejar deadline. Singkat urusan, semua berkas saya harus sudah beres dan ditunggu oleh pemerintah kabupaten Pekalongan hari ini juga! Hmm..bisa dibayangkan???

Itu…

Entah apa yang salah dengan birokrasi. Mengirim paket menggunakan jasa pengiriman swasta bisa lebih cepat dan tepat dari pada menggunakan pos biasa. Tentu saja dengan harga yang lebih juga. Sedikit cerita, pernah ibu say mengirimkan paket berisi makanan dan cake ulang tahun untuk saya, dengan paket kilat khusus terekspres deh, menggunakan pos Indonesia. Katanya, 1 hari sampai. Ditunggu 3 hari nggak sampai-sampai juga. Otomatis ibu protes dong ke kantor pos yang bersangkutan, eh katanya paket tsb sudah sampai ke alamat saya di jogja, padahal belum sama sekali. Sampai 1 bulan lebih nggak sampai juga. Ternyata setelah saya datang ke kantor pos jogja dan disertai sedikit rasa geram, eh kue ulang tahun saya sudah membusuk di pojokan kantor pos. sedihnya.. L alasan mereka sih, alamat saya susah dicari. Lha mbok ya nelpon, wong disitu juga ada CP nya kok.

Kantor imigrasi juga nggak kalah seru..

Membuat passport lewat calo jauh lebih cepat (3 hari) dari pada mengurus sendiri (7 hari labih T.T). Ngomong-ngomong membuat passport, saat saya mengantri panggilan interview (yang merupakan salah satu prosedur pembuatan passport) sambil terkantuk2, dengan enaknya beberapa orang masuk nyelonong tanpa antrian yang jelas dengan diantar salah satu orang yang terlihat sangat akrab dengan para petugas di kantor imigrasi. Usut punya usut, ternyata orang tersebut adalah calo. Tidak hanya itu, setelah segala prosesi  selesai, harusnya keesokan harinya passport sudah bisa diambil (menurut flow chart dan timeline yang dipasang besar-besar di lobi kantor imigrasi sendiri), namun saya diminta untuk mengambil 5 hari kemudian. Hmm.. geram!!

Apa yang salah dengan birokrasi? Apakah orang-orang penting itu terlalu sibuk? Sampai berhari-hari tidak sempat untuk menengok mejanya sebentaaaaaaaaaaaar saja, kemudian tanda tangan? Atau para pekerja (sekertarisnya, receptionist nya) di birokrasi ini memang lelet, lemot, dan tidak produktif dalam bekerja? Atau apa? Saya tahu, dan kami semua tahu, urusan yang harus diurus memang sangat banyak. Bisa jadi, surat yang harus di tandatangani, atau berkas yang harus diperiksa puluhan jumlahnya. Tapi paling tidak berilah kepastian pada orang yang berurusan. Janganlah katakana “coba datang lagi besok”, atau “lihat nanti sore”.  Professionallah wahai bapak ibu yang diatas sana.. berikan kepastian. Nasib kepentingan kami ada di tangan para elit birokrasi seperti kalian.

Apa hanya saya yang merasakan seperti ini? Atau kebanyakan orang? Wallahu’alam.. yang jelas, Indonesia butuh orang-orang yang bersih dalam bekerja, yang peduli terhadap sesama, dan yang bekerja secara professional, jika memang ingin bangkit. Jika memang ingin memanfaatkan setiap peluang yang ada. Karna sudah banyak sekali cerita orang yang kehilangan berbagai kesempatan karena maslah birokrasi. Mahasiswa yang tidak jadi presentasi pepper ilmiahnya gara-gara pengajuan dana ke birokrasi yang berbelit-belit sehingga jatah waktunya habis, atau kehabisan deadline pengumpulan berkas beasiswa, juga karena birokrasi yang bekerja seperti computer Pentium 1 di tahun 2012..yang di tahun ini, google dapat diakses di ketinggian 3000 kaki. Ini jaman teknologi, ini jaman serba cepat, siapa yang lambat akan terkibas.

Mushola Teknologi (Mustek), 30 Januari 2012

09:38 AM

Destiana Tunggal Pramesti

—————————————————————-

*Ah, betapa birokrasi telah membuat hati menjadi kebas sepagi ini. Terimakasih untuk Mbah Jiman (pahlawan mustek ), untuk sapaan dan obrolan yang menghangatkan, sedikit mengendurkan syaraf yang tegang, dan membuat saya sadar..ada banyak hal yang bisa dilakukan dari pada mengumpat masalah birokrasi.

13 thoughts on “Jeritan Kami Terhadap Birokrasi

  1. hahha ishbir ya ukhti..😀
    kembali lagi bahwa waktu yang tersedia lebih sedikit dibandingkan pekerjaan yang ada..
    setujuuu dengan jerita ini, dan sudah saatnya dimulai dari kita sendiri untuk merubahnya,
    sy rasa ini karena sebuah sistem yang berstingkat. antara atasan dan bawah tidak ada koordinasi yang begitu jelas, sehingga pihak birokrasi yang terbawah lah yang terkesan memperlama jalannya sebuah proses.

    bisa jadi bahan intropeksi diri, sedikit saja kita terlambat bagun dipagi hari, hal ini juga turut membuat orang lain rugi ternyata (mungkin kta sj yang gak tau)..
    aaah tapi sy lebih memilih untuk merubahnya dijaman saya nanti… anda setuju saudari desti??😀

    • hehe, iya ukhti..ane kemaren pengen ngumpat2, marah2, nendang2 meja kemahasiswaan kalo bisa..
      dari pada dilakuin, mending ke mustek, buka laptop, dan mengumpat di blog sendiri. hehe😀

      doakan dit…doakan yang baik2 deh buat saudaramu ini ^^

  2. sabar ya, mbak.
    mungkin ini salah satu cara Allah nambah pahala mbak😀

    tapi kalo sepenglihatanku, birokrasi Indonesia udah jadi jauh lebih baik dari sebelumnya lho, mbak. meski emang masih lelet dan lambat dan penuh kekurangan seperti yang mbak bilang di atas. meski emang masih banyak yang perlu diperbaiki lagi.😀

    • hehe, iya.. jadi malu (itu tulisan saya pas lagi esmosi-esmosi nya)
      hmm, ada lagi yang aneh di direktorat kemahasiswaan tadi siang..proposal sudah di ttd-i oleh orang teratas dalam birokrasi tsb, waktu mau ngarsipin dibilang salah, dan harus memulai dari awal. bagus kan? >.<

  3. Sama jg Des. Kadang sy sedih dgn kinerja para birokrat, tp lebih seringnya dongkol pd mereka.

    Sedihnya lagi, tahun 2012 ini–insyaAllah–saya akan menjadi bagian dari birokrasi. Bahkan seorang yg idealis bisa menjadi pragmatis ketika memasuki dunia birokrasi. zzZZzz. tp–semoga–sebaik-baiknya birokrasi itu ada di kementrian keuangan😀

    • sedih banget bro, beneran. aaaarrrghh..
      semoga jadi apapun kita nanti, tetap bisa mengusahakan seideal mungkin, dan tidak mudah terbawa oleh arus…

      *kementrian keuangan? nah, harus pinter2 jaga hati jaga mata jaga diri😀

  4. Mungkin sistemnya perlu diperbaiki. Atau pribadinya dulu yang harus introspeksi. Saatnya yang muda yang harus mengubah. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s