Home

all of the participants @Sendai, Tohoku Area

Bolehlah dikata kalau saya mendapat rejeki yang luar biasa diawal tahun 2012 ini. Awalnya hanya dari sebuah informasi di website salah satu dosen di Jurusan Teknik Fisika UGM tentang tawaran mengikuti Short Term Study Abroad Programs 2012 yang diadakan oleh Tokai Institute of Global Education and Research (TIGER), TOKAI UNIVERSITY , Jepang. Singkat cerita, akhirnya saya mendaftar dan diterima.

Unfortunately, pengumuman hanya 1 bulan sebelum keberangkatan. Setelah pengumuman itu pula saya baru tahu kalau program tersebut tidak mengcover semua biaya. Para peserta hanya mendapatkan beasiswa JASSO (salah satu badan dibawah MEXT-Kementrian Pendidikan dan Risetnya Jepang) sebesar 80.000 Yen, dan itupun harus dibayarkan ke panitia sebesar 60.000 Yen untuk biaya program dan akomodasi (hotel selama 10 hari), sehingga praktis kami mendapatkan 20.000 yen sisanya untuk dipergunakan untuk hal lain. Bagaimana dengan biaya untuk pesawat Ind-Jepang, makan selama di Jepang, dan transportasi selama di Jepang? Jepang bukan Indonesia yang dengan uang Rp. 1.000.000 bisa mengcover semua kebutuhan tersebut selama 10 hari. Itung punya itung, saya membutuhkan sekitar Rp. 10.000.000 untuk semua kebutuhan tersebut. What???!!! Maaf, saat ini saya belum jadi orang kaya.

Akhirnya saya dan seorang kawan sejurusan yang sama-sama diterima dalam program ini bertekad dan berupaya mencari sponsor. Mulai dari membuat passport, naik-turun birokrasi kampus yang menguras habis kesabaran, sampai bertengkar dengan petugas JN* (salah satu jasa pengiriman paket terbesar di Indonesia) yang menghilangkan berkas penting. Waktu sebulan adalah waktu yang terlalu singkat untuk mengurus itu semua mengingat teramat sangat ribetnya birokrasi di Indonesia. Namun, kita semua tahu bahwa siapa yang bersungguh-sungguh sudah pasti akan mendapat, and I prove it. Saya mendapatkan sponsor dari Direktorat Kemahasiswaan UGM, Yayasan Toyota dan Astra, serta Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dan kesemuanya itu berjumlah 11 juta-an jika dijumlahkan dengan uang saku 20.000 Yen dari JASSO, sehingga menutup semua kebutuhan finansial selama di Jepang. Alhamdulillah.. bisa dikatakan saya berangkat ke Jepang dengan modal zero rupiah!

Mungkin bisa diambil perumpamaan demikian: perang dan berjuangnya adalah waktu sebulan mencari sponsor dan mengurus segala kelangkapan sebelum berangkat..sangat melelahkan dan terasa sekali perjuangannya, sedangkan saat saya berada di Jepang adalah sebuah hadiah dari perjuangan tersebut. Mungkin agak lebay sih perumpamaan ini, tapi memang demikian adanya. Alhasil ketika banyak teman2 yang home sick selama di Jepang, saya sama sekali tidak home sick, saya sangat menikmati 10-days stay tersebut, melewati batas-batas TokyoKanagawadan sendai 

Lalu ngapain aja saya selama di Jepang? Belajar? Iya. Jalan-jalan? Jelas. Observasi lapangan? Betul. Presentasi? tentu. Tema dari program ini adalah “Risk Management for the 21st Century: What We Can Learn From the Great East Japan Earthquake”, Dalam program ini terdapat dua sub-tema yaitu:
1. “Japanese Cutting Edge Technology: Prevention of Natural Disasters and Post-disaster Restorative Action” untuk mahasiswa Teknik dan
2. “Global Business Management: Strategic Marketing and Restorative Actions by Japanese Corporations” untuk mahasiswa Manajemen Bisnis.

Karena saya mahasiswa teknik, maka lecture yang saya dapatkan adalah mengacu pada tema pertama tersebut, meskipun kami juga mendapatkan beberapa kuliah umum yang berhubungan dengan tema ke-dua. Sedangkan untuk studi lapangan, semua peserta mengunjungi tempat-tempat yang sama, tentu saja dengan konsentrasi yang berbeda. Hebatnya dari program ini (atau mungkin pendidikan Jepang pada umumnya), setiap lecture diawali dengan demonstrasi sederhana mengenai aplikasi dari kuliah yang akan dibahas. Misal ketika berbicara mengenai Structural Control System, kami diajak ke semacam lab teknik sipil dan kami diajak “berbicara” dengan prototipe system modeling konstruksi ketika diberi gerakan yang kompleks. Kami diminta mengurainya menjadi gerakan-gerakan yang sederhana. Baru setelah itu kami membuat EOM (Equation Of Motion, yang harusnya sudah mahir diluar kepala bagi mahasiswa teknik-dan selama ini saya hanya mengahapi teorinya saja ketika kuliah di UGM) dari prototype tersebut, kemudian beralih ke prototype yang lain. Begitu seterusnya sampai kami diantarkan pada aplikasi langsung di masyarakat, dimana coretan-coretan diatas kertas yang kami lakukan ternyata sudah diaplikasikan pada banyak gedung pencakar langit, jembatan, bahkan tower tertinggi di Jepang dan dunia. Tak berhenti sampai disitu, pada studi lapangan kami mengunjungi perusahaan konstruksi dan riset terbesar di Jepang dan diajak menggali sebanyak mungkin pengetahuan dari perusahaan dan lab riset mereka. Baru kali ini saya memasuki lab riset terbesar di Negara yang bisa dikatakan penguasaannya terhadap teknologi sudah tidak diragukan lagi. Perlu dicatat,kunjungan tersebut masih dalam satu rangkaian bahasan dengan lecture sebelumnya.

Obayashi Corp.

Itu baru satu contoh saja dari sekian banyak silabus lecture yang ada, yakni tentang structural control system. Selain bahasan tersebut, kami juga belajar mengenai Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir (tentu lengkap dengan kunjungan ke NPP nya), Glocal (Global-Local) Management, Robotic Technology, Japanese Culture, dan Mitigasi Bencana. Mengenai yang kami kunjungi, meliputi pihak pemerintah, swasta, badan riset, sampai universitas. Lengkap! Ah, saya punya rencana untuk menuliskan tiap bahasannya dalam beberapa tulisan yang berbeda karena tentu akan sangat panjang jika ditulis sekarang.

@ Edo-Tokyo Museum

Berbicara mengenai Jepang tidak akan lengkap jika tidak membicarakan budayanya yang luar biasa unik dan menarik. Tapi sekali lagi, saya akan menyimpannya untuk ditulis mendatang😀

Finally, saya sangat bahagia ketika mengatakan “It’s my first snow” pada teman-teman dari mancanegara sana, dimana bagi mereka iu adalah hal yang lumrah. Rejeki, jodoh, dan maut itu rahasia Allah. Mungin ini rejeki yang luat biasa bagi saya, tapi juga tidak menutup kemungkinan ini rejeki anda juga. Insya Allah akan saya bagikan setiap jengkal pengalaman yang saya lalui di negeri sakura yang sangat indah itu. Semoga tulisan #episode1 ini bisa menjadi pengantar yang baik untuk menceritakan pengalaman dan ilmu yang berlarian tak sabar utuk dikunyah…

2 thoughts on “#episode1: Behind The Scene of The Great 10-days in Japan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s