Home

Akhir pekan ini sangat berbeda dengan akhir pekan yang lain, bukan hanya karena waktunya yang cukup panjang (Kamis sampai Ahad), tapi juga karena semua yang telah saya rencanakan untuk mengisi weekend kali ini terancam gagal. Dua pekan yang lalu, saya menghabiskan akhir pekan bersama dengan kelompok wanita di Desa Karangsari, Banyumas, untuk mendampingi mereka dalam pembuatan sirup & selai markisa. Pekan lalu tidak kalah menarik, saya menghabiskan sabtu-ahad bersama dengan adik-adik yang luar biasa dari SMAIT Ihsanul Fikri, Magelang. Menyiapkan dan membantu mereka dalam menjalani dauroh/pelatihan mengenal kampus. Pekan ini? Terasa sangat berbeda.

Awalnya saya memiliki rencana yang cukup indah: kamis pergi ke Gunung Kidul untuk melakukan survey sebuah proyek, malamnya makan malam bersama dengan mantan PH BEM KMFT UGM 2011. Jumat akan saya habiskan untuk memenuhi amanah kerja saya mengajar anak-anak SMA yang akan menjalani SNMPTN dan berolahraga mengikuti sunnah nabi, Sabtu mengikuti dauroh, dan Ahad mengikuti musyawarah sebuah partai mahasiswa di UGM. Sekarang 50% dari rencana itu sudah gagal.

Pagi hari di hari Kamis ketika saya mengerjakan sesuatu di depan laptop, tiba-tiba kaki dan tangan terasa sangat dingin. Dingin sekali, diikuti dengan anggota badan yang lain. Namun ketika saya sentuh bagian wajah, terasa hangat agak panas. Tubuh menjadi lemas, dan kepala sangat pusing. Saya bawa tidur, dan ketika bangun keadaan semakin memburuk. Saya paksakan untuk makan walaupun terasa agak pahit dan minum habbatussauda, masih belum ada tanda-tanda membaik. Akhirnya saya putuskan untuk istiahat saja hari kamis itu. Malam jumat keadaan sempat membaik setelah saya minum paracetamol, namun ketika terbangun di malam hari keadaan memburuk seperti semula.

Beruntung saya memiliki saudara-saudara yang luar biasa baik di rumah cahaya ini. Mereka merawat seperti merawat saudara sendiri. Sekarang? Saya sedang menunggu teman sekamar untuk mengantarkan ke dokter. Saya belum berani bawa motor sendiri dalam keadaan seperti ini. Menunggu sangatlah membosankan, maka membuka laptop, connect to internet, dan menulis sesuatu yang ringan di rumah cyber terasa lebih menyenangkan..meskipun dengan denyutan yang sangat hebat dikepala dan posisi terkapar di tempat tidur.

Mungkin Allah sedang berbicara pada saya tentang makna kesabaran. Mungkin juga ini salah satu metode dari-Nya untuk merontokkan dosa-dosa saya yang teramat sangat banyak itu. Karena sesungguhnya sakit itu menggugurkan dosa. Atau ini peringatan dari-Nya kepada saya untuk lebih menjaga kesehatan dan pola makan.

Sahabat sekalian yang membaca tulisan ini, mohon maafkan kesalahan saya kepada sahabat sekalian: yang saya sengaja maupun yang tidak disengaja, dzohir maupun bathin. Sakit adalah waktu yang tepat untuk mengevalusi diri, memperbanyak istighfar, dan menyadari betapa nikmat Allah itu sungguh luas tak terbatas. Dan nikmat yang sering kita lupakan/ingkari adalah nikmat sehat dan waktu luang.

Selamat berakhir pekan sahabat, take care!🙂

2 thoughts on “Another Weekend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s