Home

Karena kebetulan saya KP nya di PLTP alias Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal energy), maka saya ingin sedikit share tentang apa itu sebenarnya geothermal energy dan bagaimana pembangkitannya. Sebenarnya awal menentukan tempat KP disini saya masih buta mengenai geothermal lho..(trus kenapa ngajuin KP ke geothermal Des??), hehe… awalnya hanya karena pengen cari tempat KP yang adem aja, daerah dingin dan bisa sekaligus untuk tempat rileksasiūüėÄ

Back to our topic! Saudara-saudara sekalian, jadi sebenarnya Indonesia itu dilewati sekitar 20% panjang sabuk api (ring of fire) yang merupakan jalur dimana gunung api  banyak dijumpai. Dari gunung-gunung api inilah sumber panas diperoleh. Potensi energi panas bumi di Indonesia mencapai 27500 MWe atau sekitar 30 % Р40 % potensi energi panas bumi dunia. Woooow banget kan? Nah, Jawa dan Bali menyimpan potensi geothermal 36 % dari total potensi panas bumi di Indonesia, namun saat ini baru dimanfaatkan 3% atau sebesar 852 MW. Sebagian besar wilayah geothermal di Indonesia dikelola oleh PT  PERTAMINA (Persero), baik itu yang sudah beroperasi maupun yang sedang dalam tahap rencana pengembangan.

Terus bagaimana pembangkitan energinya? Sebenernya sama dengan PLTU, bahkan jauh lebih simpel. Kalau PLTU kan istilahnya kita manasin air (istilah kerennya, kita butuh boiler) sampai jadi uap, manasinnya pake batu bara/minyak gitu..nah si uap air ini yang digunakan untuk memutar turbin untuk selanjutnya menggerakkan generator dan jadilah listrik yang kita konsumsi. Kalo PLTN manasinnya pake nuklir, dan kalau PLTP ini nggak perlu air dipanasin dulu…karena uap yang digunakan untuk memutar generator ya uap panas bumi itu sendiri. Begitu…

Salah satu sumur operasi panas bumi

Seperti yang saya bilang tadi, PLTP itu langsung menggunakan tenaga panas bumi dalam bentuk uap untuk memutar turbin. Uap itu disimpan dalam sebuah reservoir  yang mempunyai umur operasional terbatas sesuai dengan cara  pengoperasian dan pengeksploitasiannya.

Pada pengoperasian sumur, akan ada waktunya dimana tekanan, temperature, dan laju aliran uap mencapai batas ekonominya (ya istilahnya sumur tersebut menjadi tidak ekonomis lagi untuk digunakan dalam menghasilkan uap). Dengan berpatokan pada besar tekanan akhir pada dasar sumur, dapat diperkirakan jumlah sumur yang ada pada suatu daerah.

Kalau kata pegawai sini, Kamojang itu ibaratnya surganya geothermal. Kenapa? Karena dari segi kualitas, uap dari sumur-sumur yang ada di Kamojang hampir 100% uap murni. Pada PLTP Unit IV Kamojang ini, uap yang diproduksi mampu membangkitkan daya listrik sebesar 63 MW.

Terus bagaimana jalannya uap sampai jadi listrik? Buat yang penasaran sampai ke teknis-teknisnya, bolehlah simak gambar berikut…

Sistem PLTP di PGE Kamojang

Uap dari sumur-sumur produksi [1] dialirkan melalui pipa-pipa penyalur steam kemudian dialirkan kedalam satu pipa utama menuju area PLTP, lalu steam terlebih dahulu melewati MOV (Motor Operating Valve) dan PC (Pneumatic  Controller) [2]. Selanjutnya steam memasuki separator [3] dan demister [4] untuk memisahkan uap kering dari kondensat dan partikel-partikel lain  yang terkandung dalam uap. Uap yang telah bersih kemudian dilewatkan kedalam main stop valve/governor valve [5] menuju turbin [6]. Di dalam turbin, uap berfungsi untuk memutar  double flow  condensing  yang dikopel dengan  generator [7] dengan kecepatan turbin 3000 rpm. Proses ini menghasilkan arus listrik dengan tegangan 13,8 kV. Melalui transformator step up, tegangan listrik dinaikkan hingga 150 kV yang selanjutnya dihubungkan secara parallel dengan sistem penyalur Jawa Bali.

Setelah dari dalam turbin ada perbedaan kalori, maka akan terdapat exhaust steam yang keluar dari turbin dan harus berada dalam kondisi vakum. Uap vakum tersebut kemudian mengalir masuk kedalam kondenser [8] yang terhubung langsung dengan turbin.  Exhaust steam  turbin masuk dari sisi atas kondenser, kemudian terkondensasi akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan lewat spray-nozzle dari cooling tower [11].

Untuk menjaga kevakuman kondenser, gas yang terkondensasi harus dikeluarkan secara kontinyu oleh sistem ekstraksi gas. Dalam sistem ini, kondensat yang tidak tertampung di kondenser di alirkan menuju cooling tower [11] yang dipompakan oleh hotwell pump [9]. Pengontrolan level air di kondenser, selain dilakukan oleh sensor level air yang berada pada kondenser, level valve [10] juga berperan penting untuk mengontrol bukaan dari aliran air yang akan menuju cooling tower [11]. Sementara gas yang tidak dapat dikondensasi / NCG (Non condensable gas) akan dihisap  dari bagian atas  kondenser  oleh  ejector (ejector itu cara kerjanya mirip kayak semprotan nyamuk :p ) yang kemudian disalurkan kedalam  LRVP  [13]  untuk di keluarkan ke udara melalui  fan  yang ada di  cooling tower. Air hasil pendinginan di  cooling tower  selain di sirkulasikan kembali untuk menyemprot air dari kondenser, juga di injeksikan ke dalam sumur reinjeksi [15]. Raw water [14] adalah air yang didapat dari WPS Cikaro yang digunakan untuk kebutuhan PLTP sehari hari (water treatment).

Hmmm…kalau kata dosen AMDAL saya nih, jeleknya eksplorasi panas bumi itu adalah terjadinya ketidak stabilan gravitasional di dalam bumi itu sendiri karena uapnya diambil terus-menerus. Akibatnya bisa fatal, misal tanahnya ambles. Nah, untuk menghindari hal tsb, dalam eksplorasi PLTP dilengkapi dengan adanya sumur reinjeksi, yakni memasukkan kembali air ke dalam bumi dengan harapan masih berada dalam satu jalur reservoir yang sama sehingga bisa digunakan untuk mengganti uap yang diambil. Kalau ditanya seberapa efektif, itu saya kurang tahu..pernah bertanya pada senior disinipun beliau juga tidak bisa memberikan jawaban pasti.

However, bagi saya secara pribadi pemanfaatan panas bumi di Indonesia yang semakin menggeliat memberikan nafas segar tersendiri. ketahanan energi menjadi hal penting, dan harus dipikirkan, diselesaikan bersama. Dan geothermal merupakan salah satu solusi dari itu. Cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk 12 tahun lagi (WARTA Pertamina Edisi Juli 2012), maka jika tidak pandai-pandai mencari inovasi energi baru dan terbarukan dari sekarang, maukah kembali ke jaman primitif tanpa listrik tanpa otomotif?

2 thoughts on “Apasih Geothermal? #Episode2KP

  1. Foto di atas menunjukkan bahwa safety system-nya masih lemah des. Bisa2nya ambil gambar di area operasi..
    Harusnya no HP no camera bukan sih??
    hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s