Home

Lookin’ back on the things I’ve done
I was trying to be someone
I played my part, kept you in the dark
Now let me show you the shape of my heart
(BSB, Shape of My Heart)

11 Desember 2012 kemarin, saya genap berusia 21 tahun. Senang, karena Allah masih memberi kesempatan untuk berkarya lagi..dan lagi. Sedih, karena pastinya jatah usia saya yang tersisa semakin berkurang, sedangkan saldo dosanya semakin bertambah. Yang pasti saya mencoba memaknai pergantian usia ini dengan sebaik mungkin. Memang, ulang tahun bukan hal yang spesial pada prinsipnya, ianya hanya satuan perhitungan waktu terbesar yang sering digunakan manusia untuk meng-count sekat-sekat masa. Namun, yang menjadikannya berbeda dari hari biasa adalah perlakuan spesial dari orang-orang yang dekat dengan kita (baik secara fisik maupun hati) di tanggal perulangan hari lahir tersebut.

Sebelumnya belum pernah saya menuliskan tentang kejadian di hari ulang tahun di tahun-tahun sebelumnya, karena memang bukan hal yang penting. Tapi, entah kenapa kali ini saya ingin menuliskannya. Sepertinya lucu juga untuk dibaca nanti ketika umur saya sudah 21+21+21=63 tahun, hehe.. Jika masih diberikan jatah umur sampai se-lama itu.

Yang pertama mengucapkan adalah Ibu, ba’da Isya tgl 10 Desember. Doanya sangat indah “Selamat ulang tahun. semoga panjang umur, selalu berlimpah keberuntungan, bermanfaat untuk umat dan makin cantik luar dalam. Amiin.” Ketika saya balas dengan mengucapkan terimakasih dan mengatakan bahwa “ini belum tanggal 11”, ibu hanya menjawab “ibu ingin jadi yang pertama mengucapkan…”

Ah, Ibu…kau selalu yang pertama.

Tepat jam 12 malam, pergantian hari ke tanggal 11 Desember. Beberapa sahabat mengirimkan sms. Hanya yang putri saja yang saya balas, karna risih juga membalas sms laki-laki pada jam selarut itu, walopun itu teman baik, Anyway, terimakasih banyak atas ucapan dan doanya..kawan🙂

Selanjutnya dapat ditebak, wall dan message di facebook adalah yang ramai. Sms juga. Yang lucu adalah ucapan dari adik-adik (baik adik kandung, adik di organisasi2, maupun adik binaan), hampir semua dari mereka mendoakan tentang….(gak mau nyebutin deh, ntar rusuh lagi -_-!). Wah, saya amiiiin-kan juga tentunya. Tapi kok ya kompak sekali adik-adik ini, wong mbaknya aja baru semester 7, usia juga masih 21😀

Itu tentang ucapan..

Adapun tentang hadiah, ini adalah hadiah yang akan selalu saya ingat sampai kapanpun, insya Allah. Bukan dari siapa-siapa, ini dari Allah.. Sungguh, ini benar-benar hadiah  dariNya :’) (Sepertinya Allah ingin mengajarkan pada saya tentang sabar dan syukur)

Pagi hari tanggal 12 Desember 2012, saat saya duduk serius di perpus sambil mendengarkan instrumental penyemangat dan membuka seluruh file kerjaan, saya mendapatkan kabar yang bagi saya sangat “cetar membahana” (sampai saya tulis di fb juga). Kalau bisa, saat itu juga saya rasanya pingin pingsan saja, daripada otak saya teracak-acak seperti itu. Suliit, sulit sekali. Rasanya saya berada di ruang dan waktu yang berbeda, bahkan ketika teman saya datang untuk mendiskusikan sesuatu, saya belum bisa berpikir. Masih melongo, antara ingin nangis dan berusaha tersenyum. Entahlah, sampai sekarang saya susah juga untuk mendefinisikan keadaan saya saat itu.

Beberapa menit kemudian kakak saya yang berada di ujung kulon ( bukan ujung pandang, lhoo??) sana  menelpon. Beliau juga shock. Mungkin juga kecewa. Jelas! Setelah semua yang beliau lakukan. Dan walau bagaimanapun, saya juga manusia yang terdiri dari sekian persen perasaan. Saya ingin menangis saat itu. Tapi gengsi saya terlalu tinggi, dan saat itu saya berada di public place, nggak mungkin nagis. Beliau bicara panjang lebar, hanya saya dengarkan, mengangguk, sesekali menjawab “iya”.  “padahal saya berharap ini jadi kado terbaik buat antum des, di usia 21 ini”.. “iya, tapi Allah sedang mempersiapkan hadiah lain untuk saya, yang jauuuuuuh lebih baik. Insya Allah”

(Sepertinya rencana jalan-jalan harus ditunda dulu. Sorry for  disappointed u too much..😦 wilayah kita hanya sampai merencanakan, adapun Allah, Ia yang menentukan. Please don’t worrying me anymore, brother. I’m very fine right now!)

 Seketika setelah sholat duhur, gengsi saya yang tadinya sangat tinggi itu, meluruh dengan fungsi logaritmik saat ibu yang menelpon. Ibu, dihadapan siapapun anakmu ini bisa pura-pura tegar dan tetap tersenyum. Namun tidak didepanmu. Sejujur perasaan yang kutumpahkan, sejujur itu pula doa yang kau ucapkan: “na, takdir hidupmu sudah ditulis dengan jelas dan terang di lauhul mahfudz. Sekarang apa? Yakin saja bahwa rejeki setiap orang itu tidak akan pernah tertukar dengan orang lain. Tenang saja. Kita lihat saja kesudahannya.”

Tuhan, ini bukan semata-mata tentang aku. Ini tentang orang-orang yang berada dibelakangku dari awal ini bermula: bapak-ibu, kakak, adik, sahabat..yang telah berkorban lebih banyak dari apa yang pernah kulakukan untuk mereka.

Ya, Allah sedang mengajariku tentang bersabar dan bersyukur, itu yang dinamakan Islam. Terimakasih Ya Allah, ini adalah hadiah terindah dariMu di usiaku yang ke-21 ini.

Sudah..sudah..mari bicara hadiah dari yang lain.

Hadiah lain, adalah kado yang sangat ‘berat’ dari kawan saya. Betul-betul berat dalam artian yang sebenarnya, karena setelah dibuka, isinya adalah 3 buah batu, disertai “hint” untuk menuju hadiah yang sebenarnya. Haha, kau memang kreatif, wahai kawan yang lahirnya 3 hari sebelum aku lahir! Terimakasih untuk bukunya🙂 kau benar-benar sahabat! Saya doakan semoga kau cepat lulus, saudaraku..semua kawanmu juga mendoakan itu. Kan kau sudah bilang, punya 1000 PR yang harus kau selesaikan dalam hidup? Segeralah mencari ladang-ladang amal yang lain, jangan terpaku di jurusan underground teruuus. Ayooo SEMANGAAT!! \ >.</

Lain lagi dengan squad akhwat-akhwat teknik. Saya dijebak, diperangkap, dan dibawakan kue bertahtakan lilin angka 2 dan 1. Dan gerimis sore itu membuat suasana semakin syahdu. Doa-doa kalian yang indah: Feni, Koi, Lina, Dita, mb yuana, juga Ema (dan adik2nya). Oya, hampir lupa, sore itu juga ada beberapa perusuh datang: Eja, Harban, Arif Djuwarno, dan Kak Pandu. Yang aneh, Arif dan Kak Pandu tetep saja mengucapkan via telpon padahal jarak hanya tinggal beberapa langkah. Ya meskipun pada akhirnya mereka datang juga (pengen habisin pulsa kali yaa??). Terimakasih, sahabaaaaaat. Definitely, u take a part of my heart🙂

Ada lagi kawan saya yang sangat tampan lagi sholih (jangan salah sangka dulu, karena dia memang senang sekali dipanggil seperti itu, jadi saya sebut saja demikian..yaaa itung-itung mendoakan sodara lah yaaa😀 ). Beliau memberikan hadiah 2 hari setelah ulang tahun saya, berupa kelulusan dirinya. “kalopun nanti hasilnya membahagiakan dan kau ikut bahagia, itulah hadiahku untuk ulang tahunmu.” Waaah, selamat yaa Tony Jho, S.T. (I mentioned your fake name correctly, right? :p ingat, kita masih punya  taruhan!)

Hadiah yang lain? Banyaaaak sekali.. ratusan do’a dari kalianlah, wahai saudaraku, hadiah terindah bagiku. Setiap ucapan dan doa kebaikan dari kalian yang tidak kuketahui adalah doa mustajab, mujarab grade 1! Apabila Iron oxide memiliki melting point (titik leleh) 1500-an drajat celcius, Potasium Oxide 750 drajat celcius, maka melting pointku adalah ketika kalian mendoakan kebaikan untukku. Sungguh! Hakikatnya, hadiah terbesar untukku adalah kalian itu sendiri. Allah kirimkan kalian pada hidupku yang biasa-biasa saja ini, menjadikannya penuh intrik luar biasa: gembira, sedih, cinta, semangat, pengorbanan, kompetisi, kepedulian, dan kasih sayang. Kalian adalah sahabatku di masa sekarang, dan saya sangat berharap persahabatan ini tetap berlanjut di masa yang akan datang, hingga bersahabat pula di Jannah-Nya.. :’)

Allah…terima kasih.

Thursday, December 13, 2012

Asma Amanina in “shape of my heart” version

One thought on “21: Shape of My Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s