Home

Dear readers, sudah lama saya ingin menulis ini. Semenjak mulai mengikuti seleksi di ExxonMobil. Tapi saya tahan-tahan dulu supaya saya melewati seluruh tahapannya dengan menyeluruh, sehingga berceritapun dapat secara lengkap.

Jadi, saya adalah mahasiswa semester 7 Jurusan Teknik Fisika UGM, program studi Teknik Nuklir. Suatu hari di awal semester 7, temen-tremen di jurusan saya pada heboh. Awalnya saya nggak tahu apa, karena memang saat itu kondisinya saya baru pulang Kerja Praktek di Pertamina Geothermal Energy area Kamojang, Jawa Barat. Eh ternyata mereka pada heboh mempersiapkan berkas pendaftaran rekruitmen ExxonMobil. Singkat cerita, demi meramaikan suasana akhirnya saya mendaftar juga. Dan Alhamdulillah diberi kesempatan oleh Allah untuk menyelesaikannya.

Berikut tahapan-tahapannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang ingin mencoba berkarir di ExxonMobil Oil Indonesia.

1. Seleksi Berkas

Seperti seleksi berkas pada umumnya, kalo tidak salah saat itu yang diminta adalah transkrip nilai (minimal GPA 3.25), CV, dan cover letter. Berkas di-upload di web karir ExxonMobil (bisa googling aja: ExxonMobil Career). Yang jelas, menurut para recruiter, berkas yang masuk jumlahnya selalu ribuan. Padahal posisi yang ada saat itu hanya untuk 2-5 orang saja. Nah, disinilah kerja cerdas diperlukan terutama untuk CV. Buatlah CV seefektif mungkin, tak perlu terlalu panjang dan bertele-tele. Fokus pada kelebihan dan outstanding achievement. Itulah yang akan menarik mata para recruiter untuk meloloskan kita ke tahap selanjutnya.

Untuk transkrip, pastikan IPK (GPA) sesuai dengan standar minimal mereka. Kalau belum mencapai, mending perbaiki dulu saja dan cobalah periode berikutnya. Jelas, segala berkas yang kurang dari standar akan dilibas habis. Oya, untuk Cover Letter bisa coba search contohnya di google, dan tinggal dimodif aja sesuai dengan kriteria yang diminta perusahaan.

 2. 1st interview

Nah, bagi yang lolos berkas akan dihubungi untuk tes interview via email dan telpon. Karna kemaren momennya bertepatan dengan job fair di kampus, maka interview dilakukan di masing-masing kampus. Di UGM peserta yang lolos tahap ini sekitar 100 orang (kayaknya, hehe). Interviewer 2 orang, waktu normal untuk interview 30 menit. Saya katakan ‘normal’ karna bisa lebih cepat atau juga lebih lama. Saya saat itu sekitar 45 menit. Pertanyaannya simple dan santai. Saya hanya ditanya tentang 1 pertanyaan: “Desti, please explain about yourself”. Habis itu cerita saja deh, sambil ngobrol. Tapi ada juga temen saya yang katanya ditanya hal-hal serius seperti tema Tugas Akhir/Skripsi dan tentang Kerja Praktek. Kalo saya kebetulan tidak, Cuma ditanya 1 pertanyaan itu saja, kemudian topic melebar kemana-mana.

Oya, all of the process is in English yaa.. jadi make sure kita bisa komunikasi secara baik dengan mereka. Bahasa inggris saya pas-pasan, tapi saya coba sebaik mungkin supaya mereka mengerti apa yang saya katakan. Jika kehilangan kosakata, jangan jadi blank, tapi cobalah untuk menguasai situasi dan kondisi. Kalo saya, biasanya kalo kehilangan vocab saya selingi dengan tertawa atau senyum-senyum. Itu lebih baik daripada mati gaya kan?😉

 3. TOEIC® by ETS

Dari sekitar 100 peserta interview kampus itu, ada 14 orang yang dihubungi untuk test TOEIC. Agak kaget juga sih, soalnya saya belum pernah tes toeic sebelumnya, biasanya kan TOEFL baik latihan maupun sungguhan. Nah, ternyata TOEIC ini lebih mudah, sodara-sodara.. intinya adalah mereka ingin tahu kecakapan bahasa inggris kita dalam kehidupan sehari-hari. Isinya berkisar tentang kehidupan di kantor, tempat makan, rumah, dsb. Ada 2 seksi: listening dan reading (untuk persiapan bisa coba cari info mengenai persiapan test TOEIC via internet). TOEIC yang diadakan oleh ExxonMobil ini asli dari ETS (US), jadi bukan simulasi. 1 hal penting yang saya ambil maknanya dari test TOEIC: kerjakan secepat dan secermat mungkin. Memang lebih mudah dari teofl, tapi waktu yang tersedia sangat sempit. Soal semudah apapun jika waktunya sedikit kan sama aja jadi susah. menurutku, berpikir cepat dan cermat, itulah kunci supaya TOEIC  bisa bagus.

4. Interview User

Setahu saya ada 2 orang dari UGM yang dipanggil untuk interview user di Jakarta, yang se-periode dengan saya. Kenapa saya katakan se-periode? Karena ada juga yang dipanggil untuk interview user setelah saya. Entahlah… saya nggak tahu ada berapa orang yang dipanggil. Jadi maaf tidak bisa memberi tahu untuk hal yang satu ini.

Umm..untuk muatannya, lebih ke technical banget sih. Ya ditanya ttg apa saja yang dipelajari saat kuliah, TA/skripsi, KP/internship, terus diminta analisis studi kasus juga. Waktu itu saya bahkan disuruh presentasi. Kalo dulu waktu 1st interview pewawancaranya masih oarng Indonesia, kali ini usernya adalah engineer-engineer yang sudah menjadi Supervisor (entah, gw juga ga tahu maksudnya apa -,-) dan beberapa diantaranya adl bule. What I try to say is “speak better in English”.

One more thing, saya diwawancarai oleh 3 divisi yg berbeda, padahal saat itu saya jelas hanya mendaftar untuk 1 posisi saja. 3 divisi itu: facilities and survillence, corrosion and integrity, serta measurement and electrical. Menurutku ini interview paling ‘seram’.

5. Psikotest Dr. Sarlito

Nah, yang satu ini sungguh epic sekali. Ini pertama kalinya saya psikotes SEHARIAN. Dari pagi sampe sore. Weeeeeew banget deh. Testnya apa aja? Kalo kamu pernah ikut USM Terpusat ITB, boleh saya katakan hampir sangat mirip seperti itu: tes verbal, antonym, sinonim, similarity, kongruensi, irama gambar, tes konsistensi (soal sejumlah 250an berisi premis-premis dan kita diminta ambil kesimpulan T.T), tes Koran, deret matematika (banyaaaaaak banget), tes gambar (disuruh gambar pohon, orang, dan nglanjutin gambar dari pattern yang tersedia) beserta narasinya T.T. dan khusus untuk kandidat engineer ExxonMobil ada test tambahan berisi technical ability. Isinya tentang mekanika sederhana seperti katrol dan gear, gaya, gerak lurus, dan gerak melingkar (tenang aja, ini tanpa angka dan kebanyakan bisa diselesaikan dengan logika).

Testnya dilakukan di salah satu biro psikologi di daerah Ciputat, namanya Dr. Sarlito. Dari ExxonMobil saat itu ada 4 orang, selain itu pesertanya ada 2 orang dari PGN, 2 orang dari TOTAL E&P juga.

Oya, selain itu juga ada wawancara oleh psikolog. 1 person 1 interviewer di ruangan tertutup dan eloooh diminta bikin pola-pola dari barang yang mirip cube rubik. Selamat menikmati ketegangan, bekerja dipacu waktu untuk menghasilkan pola yang diminta oleh psikolognya😀 faster better!

 6. Interview Manager

Jikalau lolos interview user dan psikotest, maka akan dihubungi untuk interview dengan manager. Manager yang menginterview saya adalah Technical Operational Manager. Menurut kabar dari tim recruiter, kandidat yang dipanggil untuk final interview ini adalah kandidat yang sudah mendapat ‘restu’ dari para supervisor yang mewawancarai sebelumnya (baca point ke-4), beserta pertimbangan dari hasil psikotest (baca point ke-5). Manager yang mewawancarai saya adalah orang ExxonMobil dari US dan bergelar PhD. Lebih ke ngobrol-ngobrol saja kalau tahap ini..jauh lebih santai dari pada interview user. 1 hal yang lumayan ‘glek’ buat saya adalah ketika beliau menanyakan masalah kemampuan bahasa. ya saya jawab aja sejujurnya. terus saya tanya deh ke beliau “bagaimana pendapatmu mengenai bhs inggrisku?”, kata dia “saya senang ngobrol sama kamu, tapi saat berbicara kamu sering tdk memperhatikan grammer”. bwahahahaha😀 *emang*

Sayangnya, ini benar-benar ‘final’ bagi saya. Alias saya nggak lolos ke tahap selanjutnya.

(tenang, nggak usah panic. Ntar ane jelasin alesannya :p )

7. Medical Checkup

Kalau ini saya belum mengalami, jadi ini menurut cerita dari tim recruiter aja ya. Medcheck pada umumnya: test feses, urin, buta warna, jantung, dan seluruh tubuh mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Don’t worry, yang cewek tentunya ditangani oleh dokter cewek.

8. Verivikasi

Mulai tahun 2009 ada tahapan lain dari proses seleksi. Verivikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kandidat memiliki masalah serius di kehidupannya atau tidak: missal sering berantem dsb. Perusahaan akan meminta data orang terdekat, missal tetangga atau pak RT, dan mereka akan diinterview ttg kita.

Anatara tahap 1 dengan yang lainnya hanya berselang 1 pekan. jadi tenang saja, menunggunya tidak terlalu lama🙂 oya, Semua biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi akan direimburse oleh ExxonMobil, jadi tidak perlu kuatir, kawan🙂

Yang menyebabkan saya nggak lolos? Bingung juga kan..karena hampir tiap orang mengatakan “jika sudah sampai manager, itu artinya 99% sudah diterima, tinggal pelengkap saja”. Bagi saya, segala kemungkinan itu pasti, probabilitasnya masih saja 50:50, and I prove it. Mau tahu apa sebabnya? Simak email dari salah seorang recruiter yang saya kirimi email setelah saya mendapatkan official email dari ExxonMobil bahwa saya tidak diterima. Oya, ini email pribadi lhoo..haha😀

Selamat pagi Desti,

 

Iya, mohon maaf, kali ini belum berhasil..

Review yang aku dapat adalah Desti adalah kandidat yang bagus di hampir semua aspek yang diamati (technical knowledge, adaptability, integrity, etc)

Akan tetapi ketika dibandingkan dengan kandidat-kandidat lain, kemampuan Bahasa Inggris Desti masih dirasa kurang.

 

Pada akhirnya, kami khawatir jika kelak kemampuan bahasa inggris ini yang akan menghambat progression career Desti.

Akibatnya, bisa-bisa Desti tidak maksimal mengeluarkan seluruh potensi dalam pekerjaan atau interaksi dengan colleagues & global network, hanya karena kendala bahasa.

 

I want you to know that you are really doing good during the interviews, and your English is definitely not bad.

Sayangnya ketika kita harus mengerucutkan jumlah yang lolos, akhirnya kandidat yang paling bagus di semua aspek yang akan maju.

 

Semoga message ini tidak membuat Desti patah semangat, sebaliknya justru semakin mengasah diri dan sukses dikemudian hari.

Desti yang aku interview di UGM selalu semangat, optimis dan ulet…

Nilai-nilai kepribadian seperti itu ditunjang dengan prestasi akademik yang tinggi yang membuat Desti terus melaju sampai ke tahap final interview.

 

Terima kasih ya untuk mengikuti proses seleksi ExxonMobil..

Semoga bisa bertemu lagi dilain kesempatan!

 and another email…

Senang dengar kamu tetap ceria dan semangat!

Desti, you have all the right materials to succeed.. tinggal dilatih dikiiit lagi biar makin cemerlang.

Keep shining! Semangat!!

And the problem is my English! Cool.

Sebagian orang berpendapat “itu karena mereka perusahaan amerika des, dan kamu pake jilbab gede kayak gitu”. Heiiii! Don’t be too racism. Saat awal bertemu dengan bule2 itu (user interview) saya sudah menanyakan ttg jilbab, dan bagi mereka nggak ada soal dengan itu. “We only pay an attention to your ability and value. So feel free with your veil. You look so beautiful with that style, Desti.” Jadi, ini murni karna memang bahasa inggris saya masih perlu diperbaiki.

Jika saya katakan tidak kecewa, itu artinya saya berbohong. Saya kecewa, hanya saja saya tidak ingin kalah dengan kekecewaan yang bisa membuat saya bodoh. Ini luar biasa, pengalaman yang luar biasa. Banyak sekali hikmah yang bisa diambil…

Kalau kata sahabat saya “anggap ini sebagai simulasi desti.. bukankah kamu punya milestone yang luar biasa dalam peranmu menjadi engineer yang mengelola energy di bumi pertiwi?” iya, betul sekali. Ini simulasi terhebat yang Allah sediakan untuk saya, tanpa les, tanpa lembaga artifisial. Bahkan langsung dengan salah satu multinational company terbesar di dunia, engineer asli, dan manager yang asli pula. Tanpa mengeluarkan uang pula. Dan 1 thing u should remember guys, ini bukan tujuan akhir saya. Jelas, niat awal saya untuk meramaikan ternyata dibayar lebih oleh Allah. Setelah menyadari kemungkinan besar saya bisa diterima, saya menyusun banyak strategi pentahapan peran saya sebagai seorang engineer muslim di Negara ini, dan saya catat ‘multinational company’ sebagai salah satu tahapannya.

Siapa yang tahu, mungkin bukan ExxonMobil jawabannya, atau mungkin bukan sekarang, atau justru Allah akan potongkan kompas untuk saya supaya targetan saya bisa tercapai lebih cepat tanpa melewati multinational company terlebih dahulu…? Siapa yang tahu..

Saya juga sadar, mungkin ada banyak orang yang turut bahagia dengan apa yang saya lakukan, dan tidak sedikit juga yang mencibir “katanya aktivis, malah mau kerja di perusahaan  minyak asing yang jelas-jelas merugikan bangsa?”. Silakan berpendapat. Saya punya alsan melakukan ini dan itu. Saya punya milestone tersendiri dalam perjuangan yang saya pahami. Insya Allah itu sesuatu yang baik dan bernilai kebaikan dalam skala mikro maupun makro. Satu hal yang pasti, kadang kerja besar itu pada awalnya memang disalahpahami…

Hehe..that’s all. Semoga tulisan ini bermanfaat. Untuk kalian yang akan seleksi ExxonMobil, saya ucapkan selamat berjuang. Untuk yang belum berhasil tahun ini, cobalah tahun depan. Keep shining^^

See u at the top!

Dedicated to: semua orang saya sayangi dan menyayangi saya karena Allah.

Paninggaran, December 17, 2012

Menanti mentari di esok hari🙂

14 thoughts on “Walktrough Seleksi ExxonMobil

  1. mba des🙂 nemu tulisan ini di beranda fb lho🙂
    saya juga pernah samaan sama mba des, hiks. dulu di SMA, ngedaftar jadi mahasiswa scholarship akuntansi nya BCA, tapi gagal. pas interview, padahal kalo lolos cuma tinggal medcheck doang😥 sayangnya juga ngga dikasih tau gagalnya kenapa. haha. terus pengalaman “ditolak” itu aku tulis di blog ku dan asemnya banyak yg baca -_-

    • haha..bagus dong kalo banyak yg baca…itu artinya semakin banyak yg bisa mengambil pelajaran. mbak juga awalnya gak dikasih tahu alesannya apa, itu mb des iseng aja tanya ke salah satu tim recruitment yang udah lumayan deket😀

      semangat paraaaas!!

    • iya mbak, insya Allah. kadang aku bertanya, setelah sekian banyak kegagalan yang kualami: Ya Allah, berapa kali lagi aku harus gagal supaya layak mendapatkan sesuatu yang besar?

  2. wah kebetulan saya lagi tes exxon juga nih baru sampai psikotes. kalau boleh tau interview managernya ditanyain apa saja ya mba ? kalau sempat mohon dijelasin dong, sesama almamater UGM nih mohon infonya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s