Home

Hari ini saya pulang agak awal, sekitar jam 11-an. Dari kampus niat suci saya sudah bulat dan tekad: mau mengerjakan ‘ini’ dan ‘itu’ yang kesemuanya adalah menggunakan computer. Sesampainya di asrama saya benar2 membuka laptop, mulai mengerjakan. Namun baru beberapa menit, ternyata listrik di asrama saya mati, dan batrai di laptop saya juga habis. Oke. Niat suci saya hanya tinggal niat.

Lama menunggu sampai duhur tiba listrik tak juga kunjung menyala. Kabar-kabarnya sih, seluruh daerah tempat saya tinggal, semuanya mati listrik, dan dalam waktu yang cukup lama. Saya kesel, keseeeeel banget. Akhirnya saya tinggal tidur.

Hmm..pernah berpikir nggak sih, bahwa hidup kita sudah sangat bergantung pada listrik? Ya mulai dari hal yang paling mendasar seperti penerangan, pompa air, hape, laptop, sampai alat-lat penunjang di dapur (oven, kompor, dispenser, dsb), hampir semuanya menggunakan listrik. Bahkan di Negara-negara yang sudah sangat maju seperti Europe, jepang, korea, Singapore, dsb, moda transportasinyapun hampir 100% menggunakan listrik. Di Indonesia masih mending, saat mati listrik ya paling-paling masih bisa jalan kesana kemari karena alat transport nya masih menggunakan BBM. Nah, kalau semuamuanya menggunakan listrik, jika listrik mati bagaimana? Ternyata itu bukan pertanyaan yang berlebihan. Salah satu teman saya yang kuliah di jepang menceritakan bahwa saat kejadian tsunami dan gempa bumi yang melanda jepang 2011 lalu, dia berjalan 8 jam non stop dari lab tempatnya bekerja sampai rumahnya, bersama ratusan orang lain, karena tidak ada satupun alat transportasi yang berjalan. Karena listriknya mati!

Bahkan salah satu joke di internet pernah mengatakan, jika suatu saat bumi dilanda badai elektromagnetik, dan semua listrik di bumi mati, maka manusia akan kembali ke peradaban awal sebagaimana belum dikenal adanya energy serbaguna yang satu ini. Jadi, pengaruhnya sampai dengan peradaban. hosh…hosh..

Kesimpulannya adalah: sumber energy (dalam hal ini yang mudah ditransformasikan adl listrik), merupakan kebutuhan yang sangat sangat penting! Kamu boleh setuju atau tidak, yang jelas ini adalah kebenaran umum.

Well, listrik itu tidak tercipta simsalabim datang kerumah-rumah tanpa adanya usaha yang menyertainya. Kerja di belakang layarnya sungguh besar. Katakanlah listrik di Negara kita, kebanyakan dibangkitkan dari PLTU (uap/ bahan bakar batu bara atau minyak), PLTA (air), PLTS (panas matahari), PLTG (panas bumi), dsb. Bahan bakar nya juga tidak bisa langsung pakai tanpa adanya perlakuan khusus. Yang menggunakan batu bara, batu baranya perlu di treatment dulu supaya sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memanaskan air. Yang menggunakan tenaga air, ketinggian, debit, kecepatan aliran air juga harus disesuaikan. Panas matahari juga tak bisa langsung dipakai, melainkan harus menggunakan solar-cell yang pembuatannya bukanlah hal yang murah dan mudah. Panas bumi perlu dieksplorasi, diatur suhu dan tekanan nya, diatur komposisi uapnya, baru bisa dipakai. Apalagi? Nah, apalagi bahan bakar minyak, yang juga banyak digunakan untuk membangkitkan listrik di Negara kita ini. Dari eksplorasi, drilling, mixture, pemisahan hidrokarbon, pengolahan hulu dan hilir. Semua itu harus dilakukan baru bisa digunakan.

Yang ingin saya katakan adalah, setiap prosesnya teramat sangat penting. Salah perhitungan tekanan uap saja, atau kurang teliti dalam inspeksi pipa saja, pembangkit listrik bisa benar-benar collapse. Atau kesalahan-kesalahan yang lain, dalam hal eksplorasi, atau salah desain, bisa mengakibatkan bencana yang luar bisa besar seperti lumpur sidoarjo. Setiap prosesnya teramat sangat penting, maka orang yang bertanggung jawab atas itu semua juga orang yang sangat penting. Orang yang kehidupan jutaan manusia Indonesia berada di bawah usahanya mengelola energy: para engineer (insinyur).

Jika mengingati hal ini, sebagai anak teknik saya bangga, juga takut. Bangga karena Insya Allah bisa bermanfaat sangat besar untuk kehidupan orang banyak, juga takut jika pada akhirnya melakukan kesalahan, itu akan berakibat kepada orang banyak juga. Yang jelas, saya sungguh ingin berterimakasih pada orang-orang yang ada dibalik layar dalam pengelolaan energy di Negara ini, sampai akhirnya bisa dinikmati oleh jutaan orang di Indonesia.

Jadi, adakah yag masih berfikir bahwa anak teknik adalah buruh dan kaki tangan kapitalis? Banyak tentu saja, dan sering sekali dicerca dengan hal ini. Tapi mari berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Para engineer itu ternyata adalah orang yang melakukan pekerjaan yang sangat mulia, mengantarkan energy dari sumur-sumur dalam, gelap, dan pengap, hingga sampai pada semua orang. Hingga membantu pekerjaan jutaan orang. Semoga pengelolaan energy Negara kita tercinta ini bisa semakin baik lagi. Semoga suatu hari nanti Negara kita bisa benar-benar mandiri energy, tidak ada mati listrik lagi, tidak ada intervensi dari pihak lain lagi.

Terus, bagaimana dengan kelanjutan kisah saya hari ini?

Saat ashar saya bangun, sholat, dan mengganti niat saya: mencuci baju. Ternyata eh ternyata air di tendon habis dan pompa air harus dinyalakan. Hosh, kekecewaan kembali melanda. Niat tulus saya kembali terbengkalai.

Akhirnya saya menghibur diri dengan membuat ‘low sugar choco pudding’. Untungnya kompor di asrama saya masih menggunakan bahan bakar gas, jadi tidak terpengaruh akan ketiadaan listrik. Selain itu, momen mati listrik juga saya gunakan untuk membereskan kamar yang sudah seperti kapal pecah. Ada sekitar 7 buku yang berserakan diatas tempat tidur karena sedang saya gunakan sebagai referensi dan sering dibaca, juga laptop, juga hardisc, juga alat tulis. Dari pada bengong nungguin listrik hidup kembali akhirnya saya beres-beres juga.

my 'new' bed :D

my ‘new’ bed😀

Re-arrange books!

Re-arrange books!

DSCN9707

Yaaa…setiap kejadian bisa diambil hikmahnya. Gara-gara listrik mati hari ini saya jadi mendapatkan 3 hal: menyadari betapa pentingnya peran engineer, menghasilkan makanan sehat untuk diganyang saat malam tiba, dan mendapatkan kembali kamar dalam keadaan layak huni ^^

.from Asma Amanina with love.

2 thoughts on “Energy for Better Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s