Home

Saya tidak ingin berbicara tentang ke-random-an kali ini. Karena setelah dipikir-pikir, segala hal yang paling random sekalipun, sejatinya telah diatur, oleh Yang Maha Mengatur, tentu saja. There is no coincidence in this life! Hanya karna keterbatasan kita sebagai manusia aja, banyak hal yang kita anggap random, tidak masuk akal, tidak bisa dilogika…

Segala puji bagi Allah, Alhamdulillah, setelah sekian lama menjalankan penelitian yang membuat keriting bulu mata dan menguras tenaga dan pikiran (halaaaaaaaah) dan berbagai lika-liku administratif di Jurusan (yang ini serius, saya menunda seminar pra-pendadaran saya hampir 1 bulan karna terbentur syarat administratif) akhirnya pada hari ini 8 Maret 2013 saya berhasil melaksanakan seminar pra-pendadaran juga.. EUREKA!!! ^^

Bagi yang belum tahu, seminar pra pendadaran adalah salah satu kegiatan yang diwajibkan di Jurusan Teknik Fisika UGM sebagai salah satu persyaratan menuju ke ujian pendadaran/ sidang skripsi. Jadi, seminar pra-pendadaran ini berbeda dengan ujian pendadaran (banyak yg menyangka 2 hal ini sama). Audience nya adalah mahasiswa, terserah dari jurusan itu sendiri atau dari jurusan lain, juga dihadiri oleh dosen pembimbing skripsi. Ya kalo boleh dibilang sih ini semacam ‘simulasi’ ujian pendadarn gitu kali yaa..tapi sangat official.

Well, apa yang terjadi dengan seminar pra-pendadaran saya? Satu kata yang mewakili adalah: TERRIBLE

Kenapa? Ya gimana lagi, wong tanpa persiapan sama sekali, belajarpun tidak. Sehari sebelumnya, saya malah naik motor dari Pekalongan ke Jogja dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Pinggang pegel, kaki senut-senut, mengantuk pula. Siangnya, saya ada final interview di salah satu BUMN, sampai sore. Malamnya, saya dalam keadaan galau tingkat akut karna mendapat informasi bahwa saya lolos seluruh tahapan seleksi dan harus menghadiri tanda tangan kontrak pada tanggal 8 ini, pada jam yang sama persis dengan seminar pra-pendadaran saya.

Itukah yang membuat saya galau? Bukan karna bingung jadwal lho ya..toh pihak perusahaan memberikan tenggang waktu, bahkan dengan baik hati re-scheduling jadwal ttd kontrak saya. Yang membuat perasaan saya tidak karuan adalah karna saya bingung akan mengambil pekerjaan itu atau tidak. Awalnya hanya mencoba-coba mendaftar karna diminta oleh orang tua, eh lolos terus, passion saya tidak disana, minat saya nggak ada..dan lagi, saya masih menanti pengumuman dari yang lain lagi, yang memang saya minati… wah, jadi curcol. Ya intinya saya galau nggak ketulungan malam itu: mengikuti kata hati tapi mengecewakan orang tua, atau mencoba menjalani tapi tidak menghadirkan hati. Wah, complicated!!. Boro-boro belajar, berpikiran terang saja susah.

Akhirnya malam itu saya malah keluar dengan Anti, temen saya semenjak masuk kuliah di UGM. Kami menggila dengan kuliner khas Aceh. Ya setidaknya saya berdamai dengan perut, walaupun pikiran sangat rusuh.

Karena tidak belajar sama sekali, bahkan slide presentasi baru saya buat selepas subuh, ya tentu saja seminar saya  mengerikan. Menurut saya lho.. karna ada beberapa yang bilang “bagus kok des” atau “kurang maksimal sih, tapi menurutku oke kok”, saya beranggapan seminar saya jauh dari harapan saya sebelumnya. Hiks!

Tapi bagaimanapun step ini sudah dilalui. Jika ada baiknya, maka itu adalah modal untuk ujian pendadaran nanti. Dan kekurangan-kekurangan yang buaaaaaanyak sekali itu, adalah untuk diperbaiki dan bahan evaluasi. Seminar pra-pendadaran ini betul-betul terlaksana karna bantuan dari pahlawan-pahlawan yang menjadi sumber energy saya hari ini. Insya Allah tidak berlebihan menyebutnya demikian, karna atas bantuan dari merekalah seminar tadi bisa berjalan dengan baik..

Lads & Gents, let me introduce my heroes today:

  1. Umi Kultsum Maharani Priandini (FT09) dan Desi Martika Vitasari (Hukum 09), yang telah menggunakan tenaga yang luar biasa untuk mengambil konsumsi yang seabrek itu. Kau benar2 My Samson, dear… makasih banyaaaak… :’)
  2. Irfan Fahmi Wijaya (FT09) dan Hasan (FT09), atas sms nya di pagi hari yang menyelamatkanku. Haha, akhirnya kalianlah yang membelikan minum. Maksiiiih banget.
  3. Siti Maftukhah, Siti Koiromah, Feni Wijiastuti, dan Khoiriyati Kaulina R (semuanya (FT09), atas supportnya, bantu bagiin makanan, penyemangatnya, plus ice cream ceria untuk membantuku mengusir kegalauan, gain my power and energy. Giliran kalian sungguh kuananti😀
  4. Mahardika Yoga D (FT08), atas bantannya menyiapkan LCD, juga obrolannya selepas seminar tadi. Kau sudah menjadi alumni, namun masih sangat membantu adik2mu yang ada di JTF ini..
  5. Afwan Wali Hamim (TN09), atas… (gue bingung sumpah ngomongnya). Yang jelas, kamu adalah orang yang paling berpotensi untuk membunuhku tadi, kamu adalah pembimbing ketigaku di skripsi ini. Tapi kau menyampaikan pertanyaanmu dan saranmu dengan cara yang tidak pernah kubanyangkan sebelumnya. Makasih fwan atas semua masukannya. Pokoknya makasiiiih banget atas bantuan dan saran-sarannya
  6. Para penanya: Khusnul Wicaksono (TN09), Dwi Berlianti Siwi (TN09), Siti Maftukhah (FT09), Hardy Ferrysian L (FT09), siapa lagi yaa? Ya kalian itulah.. terimakasih telah meraimaikan seminarku.. maaf ya kalau jawabanku masih belum maksimal :’)
  7. Squad TN 09 yang sudah hadir: Radhi Ariawan, Ghofran, Afwan, Anti, Nico, Ego, Nina, Havid, Gallant, Chuz, Aji, semuanya deeeh..😀 kalian adalah tambahan energy tersendiri buatku :3
  8. Semua yang sudah hadir..yang jelas gak bisa kusebutin satu per satu. Terimakasiiiiih ^^

Last but not least… malam kemarin kuiisi dengan kegalauan yang sangat, hari tadi kujalani dengan ‘woooooooow’ yang sangat juga, akhirnya malam ini aku membuat keputusan yang juga luar biasa menurutku. Setelah berdamai dengan hati tentang kejadian seminar pra-pendadaranku yang terrible tadi, aku mengisi waktu dengan banyak2 bertanya pada hati, istighfar, berdiskusi dengan orang yang kupercaya, dan tentu saja istikharoh. Insya Allah, tekadku sudah bulat, tidak aka nada panyesalan lagi dibelakang nanti, juga sudah meminta restu, aku melepaskan apa yang sudah kugenggam itu. Tanda tangan kontrak yang kubicarakan tadi tidak akan kulakukan.

Aku memilih mengikuti kata hati, hati terdalam, hasil renungan-renungan panjang dalam dzikir, juga meminta dipilihkan oleh Allah. Bismillah, aku menanti datangnya kabar bahagia yang lain, yang insya Allah lebih membahagiakan, sesuai dengan kata hati, dan barokah. Insya Allah..

Ya Allah, aku meninggalkan sesuatu karena-Mu. Engkau akan menggantinya dengan yang jauuuuuh lebih baik, kan?

Pandega Wiratama 1,

Destiana T.P.

Dalam kesyukuran yang sangat setelah melewati seminar pra-pendadaran dan memutuskan jalan hidup yang akan ditempuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s