Home

Read this one, Ladies!

A Call for Youth

Aku memilih untuk tidak minum alkohol (dan segala derivatifnya) karena dalam keyakinanku kami diwajibkan untuk bisa mengontrol kesadaran diri, untuk tidak terjebak dalam ‘kegilaan sementara’ sehingga aku tidak sadar akan apa yang aku lakukan.

Dengan menolak untuk tidak minum, tidak berarti aku enggan berteman dengan kawan dari lain negara. Dengan bercanda ketika berjalan bersama ke kampus, dengan saling meminjamkan barang pribadi ketika saling membutuhkan, dengan berkeringat bareng saat mengikuti program pengabdian sosial bersama, atau mengerjakan tugas kampus bersama sambil ‘menyeruput’ kopi, ikatan persahabatan kami makin kuat.

Mereka pun memahami pilihanku, dan tetap menjadikanku sahabat bagi mereka, walau aku selalu menolak untuk minum benda itu.

Dalam ajaran kami, kami menempatkan wanita sebagai figur yang sangat mulia. Setelah Allah dan Rosul, Ibu adalah sosok yang harus senantiasa kami hormati. Kehormatan dan kesucian mereka selalu kami upayakan untuk terlindungi.

Kami berkeyakinan kesucian dan kecantikannya hanyalah layak dia persembahkan kepada suaminya yang halal. Sebagaimana…

View original post 210 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s