Home

 

Apa yang menarik dari seorang wanita? atau saya ubah pertanyaanya deh, apa yang membuat seorang wanita mengagumi dirinya atau berpikir bahwa ia menarik? well, saya akan jawab: so many things! nggak percaya? Then, let me show you the evidence. Model baju, sepatu, gaya rambut, make up, semuanya… kalau ada yang bilang “ya itu mah tergantung orangnya..kalau laper mata”. Eh, saya beri tahu satu hal ya, wanita manapun, siapapun, umur berapapun, memiliki insting tersendiri dengan apa yang disebut dengan keindahan, termasuk didalamnya keindahan diri mereka sendiri. Tentu saja keindahan versi mereka masing-masing juga. Dan sayangnya dunia hari ini mendefinisikan keindahan wanita dengan hal-hal yang saya sebutkan tadi. Diproklamirkan, dibesar-besarkan, dipropagandakan, sampai mendarah daging..

Berjilbab-pun bisa dibuat indah lhoo.. (ngajar kreasi jilbab saat KKN)

Saya masih ingat betul, saat itu di bangku SMA. dan saya belum mengenakan jilbab. catat itu. Namun mungkin karena saya orangnya simpel dan cuek, juga karena lingkungan saya bergaul, maka saya nggak terlalu neko-neko dandan seperti teman-teman yang lain. FYI, saat itu saya sekolah di sekolahan yang ter-wow di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Bisa dibayangkan lah gaya murid-muridnya seperti apa. Kostum sehari-hari saya ya gitu-gitu aja: Celana jeans gombor-gombor, sendal/sepatu kets, dan kaos/kemeja. Bahkan saat graduation night sekalipun, dimana hampir semua orang dandan habis-habisan, saya bersikukuh tidak mau disentuh oleh tukang make-up yang sengaja didatangkan ke rumah kos oleh teman-teman. Yes, that was me!

Lalu kapan dan kenapa saya pakai jilbab? Bukan karena himbauan dari orang, atau karena tersentuh saat mengikuti kajian, atau didkte orang tua/teman, atau mengikuti mode. Bukan! Walaupun saat itu di SMA saya diwajibkan mengikuti mentoring keagamaan setiap pekan, dan hampir setiap pekan pula saya disindir. Bagi saya itu sama sekali tidak mempan. Lalu karena apa?

Saat itu saya masih murid baru di SMA,  masih tahun pertama, dan saat bulan ramadhan diadakanlah pesantren kilat. Nah, saat pesantren kilat inilah semua diwajibkan untuk menutup aurat. Akhirnya, dengan berat hatipun saya memakai jilbab, jilbab instan waktu itu, dan itu masya Allah deh…kecil banget. haha😀 dan itupun pinjem mbak kos. parah kan? parah…emang!

Berawal dari situ sebenarnya..saya yang simpel dan praktis dan nggak mau ribet serasa menemukan tambatan hati. Saat itu rambut saya sepinggang dan jika akan keluar beberesnya lumayan lama. Mau berangkat sekolahpun dipusingkan dengan “rambut gue mau diapain ya hari ini?” Akhirnya semenjak saat itu kalau saya mau keluar-keluar, entah itu les, ekskul, atau main saya sering minjem jilbab instan milik mbak kos. Tentu alasannya bukan karena ingin menutup aurat, tapi lebih karena males ribet ngurus rambut. Kalau saya sekolah biasa, ya nggak pake jilbab. Wong seragam saya masih pendek semua gitu..

Sampai suatu saat…habis magrib saya baca Al-Qur’an beserta maknanya.. dan inilah ayat yang saya baca :

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

yang membuat saya tersentak saat itu adalah kepada siapa ayat itu diturunkan: Istri-istri nabi, anak-anak perempuan nabi, dan istri orang-orang yang beriman. Saya memang bukan istri nabi, anak nabi, tapi salah satu cita-cita terpendam saya adalah ingin menjadi istri dari orang yang beriman. Karena orang berimanlah yang bisa menghargai wanita, menhormati wanita, dan memperlakukan dengan baik. Sudah terlalu banyak cerita dan kanyataan tentang perilaku laki-laki yang sumpah bikin mangkel hati, dan pastilah bukan orang beriman yang melakukan itu. Kenapa? Karena jika ia orang beriman, ia percaya pada Tuhannya, yakin bahwa semua yang ia lakukan sekecil apapun dilihat oleh Tuhan Yang Maha Melihat, ia takkan berani berbuat nakal sekecil apapun pada siapapun.

Memang agak menggelikan alasannya. kalau mau tertawa juga silakan aja, gak masalah😀 Tertawalah..tertawalah! Actually, saya yakin itu bukan pertama kali saya membaca ayat tersebut. Karena memang saya memiliki kebiasaan membaca terjemahan dari ayat Al-Qur’an yang saya baca seusai tilawah. Tapi apa boleh dikata, yang memiliki hak Veto memberikan hidayah hanya Allah SWT. Dan itu adalah kehendaknya, membuat hati tergerak, gelisah, dan merasa tidak aman setelah membaca ayat tersebut.

God, kalau saya aja ingin menjadi istri orang beriman, tentu saya juga harus menjadi orang beriman. Bukan hanya saya mengakui Allah itu ada, esa, tapi juga percaya dan yakin dengan semua seperangkat aturan hidup yang telah Allah siapkan untuk makhluk-Nya. Akirnya di malam itu juga, ba’da isya’ kalau tidak salah, saya menelpon Bapak dan mengatakan bahwa saya ingin berjilbab. Bapak saya yang orangnya teramat sangat demokratis nggak ada maslah dengan tekad saya tersebut. Bapak langung menhubungkan saya dengan bude (kakak dari Bapak) yang kebetulan seorang penjahit untuk menjahitkan seragam baru bagi saya. Seminggu berselang, akhirnya saya memiliki seragam baru, jilbab-jilbab baru, kaos kaki banyak, semua perangkat untuk menutup aurat lah.. kan aurat wanita seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan? jadi kaki lo itu juga aurat, girls…!

Kontan temen sesekolah pada kaget. Maklum, saya lumayan terkenal di SMA dulu :p banyak yang menyalami, mengucapkan selamat, dampai memberikan doa yang indah dan hadiah-hadiah juga. Subhanallah deh…subhanallah banget! sesuatu!!!

Kalau ada yang bilang, “lo kan pake jilbab gitu karna dapet hidayah dari Allah des, lo juga udah paham mengenai itu”. hmm…weiiiiits, tunggu dulu. Hidayah itu nggak dateng kontan tanpa permisi, tapi juga harus ada usahanya juga. Kan sebelum saya nemu ayat itu, sekitar beberpa minggu sebelumnya saya udah rajun pake jilbab tuh..meskipun dengan niat yang salah. Bahkan saat saya memutuskan memakai jilbab pun, niat saya masih belum lurus. Kan niat saya karena Allah menyeru istri-istri orang beriman, dan saya merasa terpanggil sebagai salah seorang wanita yg bercita-cita menjadi istri orang beriman? Kan begitu?

Hidayah itu butuh perjuangan, begitupun dengan niat. Setelah mengenakan jilbab barulah saya sadar dan menyadari bahwa itu memang yang Allah perintahkan kepada wanita yang beriman. Untuk mengamankan segala keindahan yang telah Allah anugrahkan. Karena wanita begitu berharganya di mata Allah, dan perlu dijaga sedmikian rupa. salah satunya dengn jilbab. Niat itu diperbaiki di awal, di tengah, dan di akhir.

So, kenapa saya memakai jilbab? Karena Allah perintahkan demikian. Dan diri ini, saya ini, hanyalah seorang hamba. Sudah sepatutnya bagiseorang hamba untuk melaksanakan apapun yang Tuannya tetapkan atas dirinya. Saksikanlah Ya Allah, aku ini hamba-Mu, dan aku berjilbab semata-mata karena Engkau perintahkan demikian kepadaku!!

Tulisan yang tertempel di Masjid Al-Kautsar, Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang

 

 

 

 

One thought on “Kenapa Saya Berjilbab?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s